Ada Hal Baru Apa di Tahun Baru Kita? 1


Denni Candra

dennicandra.com, Hiruk pikuk perayaan pergantian tahun baru dengan berbagai kemeriahannya baru saja terlewati. Berbagai macam aktivitas dan acara dilakukan untuk menyambut momen pergantian tahun tersebut seperti pesta kembang api dan tiupan terompet yang saling bersahutan. Selain perayaan besar-besaran, ada juga yang menggelar pesta sederhana dengan beberapa teman atau keluarga. Pokoknya semua orang seperti tidak sudi untuk membiarkan momen tersebut terlewatkan begitu saja.

Tetapi bagi saya pribadi, setiap pergantian tahun tersebut selalu menyisakan satu pertanyaan. “Ada hal baru apakah yang ada dalam diri saya di tahun baru ini?”. Pertanyaan tersebut selalu menggelitik sanubari saya bahkan membuat saya merenung lebih dalam lagi memikirkan jawabannya. Mungkin pertanyaan tersebut juga bisa Anda tanyakan kepada diri Anda masing-masing.

Apakah momen pergantian tahun tersebut hanya sekedar seremoni untuk sekedar hura-hura dan berkumpul bersama?. Jangan sampai kita hanya heboh dengan kemeriahan sesaat, namun dalam kenyataannya tidak ada perubahan berarti yang kita bawa untuk menyongsong tahun baru ini. Apa sesungguhnya yang kita rayakan pada momen pergantian tahun tersebut?

Kalau hanya sekedar hura-hura dan menghabiskan waktu tanpa ada tujuan, maka alangkah ruginya kita dengan berbagai aktivitas yang kita lakukan tersebut. Tanpa perayaan meriah dan pesta kembang api pun sebenarnya pergantian tahun tersebut tetap akan terlaksana. Kalau kemeriahan tersebut hanya untuk sekedar merayakan pergantian kalender, maka rasanya itu bukanlah sesuatu yang sepadan.

Kebanyakan kita termasuk saya pribadi, terkadang pun akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kita sering terhanyut dalam hiruk pikuk serta terlena dalam pesta sepanjang malam daripada merenungkan makna semua hal tersebut. Makanya banyak orang yang terbangun setelah pesta perayaan tahun baru dengan pikiran kosong, tubuh lemas, kepala pusing dan hati kembali galau. Resolusi yang telah diucapkan hanya menjadi sekedar pelepas syarat, tanpa ada aksi nyata untuk mewujudkannya.

Apakah tidak boleh kita happy dan ikut dalam perayaan tahun baru? Boleh saja dan tidak ada yang melarang. Tetapi alangkah baiknya ketika merayakan momen pergantian tahun tersebut, kita juga sekaligus merayakan sesuatu yang baru dalam kehidupan kita. Sesuatu yang timbul dari keinginan hati yang terdalam dan dengan janji kepada diri sendiri bahwa hal tersebut akan kita wujudkan. Harus ada sesuatu yang fundamental dan mendasar yang berubah dari diri kita, sesuatu yang baru seiring dengan bergantinya tahun yang kita rayakan tersebut.

Masih ada waktu dan belum terlalu terlambat bagi Anda yang ingin menata kembali dan merumuskan sesuatu yang baru dalam hidup Anda . Jangan sampai hanya tahun saja yang baru, tetapi kehidupan Anda dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan. Bukankah orang yang merugi itu adalah orang yang hari kemarin sama dengan keadaan hari ini.

Ini berlaku buat Anda dan kita semua, terlepas apakah Anda ikut larut dalam perayaan pesta tahun baru atau tidak. Karena walaupun dengan perayaan meriah atau tanpa itu semua, waktu tetap akan terus berlalu dan tidak akan melambat walau hanya sedetik. Suka atau tidak Anda tetap harus mengganti kalender dan tanggalan yang menggantung di dinding. Tidak ada gunanya larut dalam penyesalan serta kegagalan tahun kemarin, saatnya menata diri untuk menyambut tantangan baru yang siap menghadang di depan.

Kita semua saat ini bukan hanya sekedar menyambut dan masuk ke tahun yang baru, tetapi di depan kita semua saat ini terbuka luas berbagai pintu kesempatan untuk menjadi sosok serta pribadi yang baru. Tidak peduli berapa besar perubahan yang Anda lakukan, itu semua nantinya akan menjadi awal untuk sesuatu yang baru. Mudah-mudahan bukan hanya sekedar tahun yang baru, tetapi ada sesuatu yang baru juga dalam diri kita. Mulailah melakukan perubahan untuk menggapai keberhasilan.

Mau provokasi lebih lanjut …??? Follow saya di twitter : @CandraDenni

(Tulisan ini pernah dimuat di Harian BERNAS Jogjakarta, edisi Rabu, 6 Januari 2016 dengan judul “Ada Hal Baru Apa di Tahun Baru Kita?”)


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Ada Hal Baru Apa di Tahun Baru Kita?

  • ubuntuvps

    “Daripada waktu kaum muslimin sia-sia, mending malam tahun baru kita isi dengan dzikir berjama’ah di masjid. Itu tentu lebih manfaat daripada menunggu pergantian tahun tanpa ada manfaatnya”