Buktikan Dengan Ucapan 1


dennicandra.com, Pernahkah Anda mengalami kesalahpahaman dengan pasangan …??? Apa yang menurut pasangan kita itu sesuatu yang perlu diberikan pujian atau apresiasi tetapi bagi kita itu ternyata biasa saja. Seperti contoh yang saya alami, ketika istri tampil cantik dan berdandan bagi saya itu merupakan sesuatu yang biasa dan lumrah sehingga tidak perlu saya puji serta berikan apresiasi. Tetapi tidak begitu halnya dengan pikiran istri, menurut dia itu sesuatu yang luar biasa dan perlu pujian dari saya … #sedikit curhat ๐Ÿ™‚

Terkadang memang banyak dari kita seiring berjalannya pernikahan dan ditambah dengan kesibukan masing-masing maka perhatian serta pernyataan cinta mulai berkurang.

Kalau dulu sebelum menikah atau ketika zaman pacaran, pastinya kata-kata cinta berserakan dimana-mana. Bahkan ada yang bela-belain beli buku kumpulan puisi cintanya Khalil Gibran (udah ngaku aja … ). Pokoknya setiap ada kesempatan, dimana saja dan kapan saja stok kata-kata cintanya akan diumbar untuk pasangan. Tak peduli pagi, siang, malam bahkan sahur pun tetap beraksi dengan sejuta kata cinta, i lop u full lah pokoknya … hayoo ngacung ๐Ÿ™‚

Ketika awal menikah biasanya masih berlangsung proses gombal-isasinya, walaupun dengan intensitas yang sudah mulai agak berkurang. Seiring bulan berganti tahun proses gombal-isasi mulai berkurang dan berganti dengan diam-isasi. Pokoknya yang penting sekarang mah bukti bukan janji … (udah kayak janji kampanye aja …). yang penting tidak selingkuh, duit belanja lancar, rumah ada, anak sehat dan lain sebagainya.

Bagi para suami khususnya ada semacam kecanggungan untuk mengucapkan kata-kata cinta, mereka berprinsip toh sudah resmi ini dan sudah sama-sama cinta jadi untuk apa lagi mesti diucapkan. Tetapi tidak begitu halnya dengan wanita, walaupun sudah resmi menjadi sepasang suami istri ternyata mereka masih membutuhkan ungkapan sayang dan sedikit kegombalan dari para suaminya. Mereka ingin dan rindu untuk mendengarkan kembali untaian kata-kata cinta yang dulu pernah mereka dapatkan, bukan mereka meragukan kadar cinta suaminya tetapi hanya ingin untuk sekedar mendengarkan saja.

Bagi para suami justru ini dinilai menjadi sedikit “lebay” dan berlebihan, ya seperti yang saya sebutkan diatas tadi, kan yang penting buktinya (jawaban standar …). Kalau dulu masa-masa awal pernikahan berjalan selalu berdua dan bergandengan tangan, sekarang jalan sendiri-sendiri dan sibuk dengan gadget masing-masing. Pamit kerja dulu pakai cium tangan serta cipika cipiki maka sekarang pamit sambil teriak dari mobil atau bahkan via sms/bbm … ๐Ÿ™‚

Jadi karena pria dan wanita itu dua makhluk yang berbeda maka supaya tidak terjadi kesalahpahaman serta menimbulkan perselisihan harus dipadukan antara rumus pemBUKTIan dengan UCAPan.

Bagi Anda para suami (termasuk saran untuk diri saya pribadi), mulailah untuk belajar mengungkapkan rasa cinta dan sayang Anda kepada istri dengan diUCAPkan. Karena wanita juga membutuhkan kata-kata cinta serta romantis selain perbuatan tulus. Sudah menjadi kodratnya kalau wanita itu selalu ingin dimengerti dan dipahamilah oleh pria.

Bagi Anda para istri, pahamilah bahwa memang kodratnya lelaki itu memiliki ego yang tinggi sehingga terkadang mengalahkan akal sehatnya. Bantulah dia untuk memahami apa yang Anda inginkan, jangan biarkan dia menebak dengan sendiri karena suami bukanlah paranormal yang bisa tahu apa yang diinginkan pasiennya.

Sudah siapkah Anda untuk memBUKTIkan cinta kepada pasangan dengan UCApan …???

Salam CintaBahagia

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitterย @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Buktikan Dengan Ucapan