Ciptakan Waktu Buat Dirimu Sendiri


Denni Candra

dennicandra.com, Semua orang pastinya mempunyai cita-cita dan keinginan yang mau diraih. Ada yang mempunyai keinginan untuk menjadi penulis dan menerbitkan buku, ada yang ingin mempunyai pekerjaan dan karir yang cemerlang, ada pula yang punya rencana untuk menjadi pengusaha dan membangun bisnis yang besar serta masih banyak lagi keinginan-keinginan yang lainnya.

Tapi apakah semua yang mempunyai keinginan tersebut berhasil mewujudkannya? Hanya sebagian kecil yang berhasil sedangkan yang lainnya hanya menjadi sebatas angan-angan yang sulit untuk dijangkau. Atau dengan kata lain itu semua hanya rencana tanpa ada realisasi yang nyata.

Kenapa itu semua bisa terjadi? Kita mempunyai keinginan dan cita-cita tetapi itu hanya sebatas visi tanpa ada aksi. Kita mau semuanya serba instan dan cepat. Kita berharap semua yang kita inginkan tersebut menjadi kenyataan tetapi kita tidak pernah menyediakan waktu untuk mengerjakannya. Kita terus berkhayal bahwa pada suatu saat nantinya akan ada waktu luang yang cukup bagi kita untuk mewujudkan apa yang diinginkan tersebut.

Satu hal yang mesti kita sadari yaitu waktu itu tidak akan pernah datang dengan sendirinya, kecuali kita berusaha untuk menciptakannya.

Sekali lagi, kita harus berusaha untuk menciptakan waktu guna melakukan sesuatu yang kita anggap benar-benar penting. Ciptakan waktu agar kamu bisa mengerjakan apa yang seharusnya kamu lakukan, jangan pernah menunggu waktu yang menyediakan dirinya buatmu. Itu adalah sesuatu yang mustahil akan terjadi.

Pengalaman saya pribadi ketika memutuskan untuk serius menulis, itu bukan karena saya mempunyai waktu luang. Pada saat yang bersamaan saya memiliki pekerjaan full time di perusahaan BUMN, memiliki anak dan istri yang juga butuh dan menuntut perhatian, saya juga aktif dibeberapa komunitas dan organisasi yang juga membutuhkan alokasi waktu. Selain itu juga sesekali diminta untuk mengisi training atau seminar dibeberapa instansi dan lembaga pendidikan. Dengan berbagai kesibukan dan aktifitas yang banyak tersebut, maka sangat mudah bagi saya untuk mengatakan kalau saya sibuk dan tidak ada waktu buat menulis.

Namun saya tidak mau menjadikan itu semua sebagai sebuah alasan, tapi saya berusaha untuk menciptakan waktu buat menulis. Karena memang sudah saya niatkan dan berusaha untuk mengalokasikan waktu buat kegiatan menulis tersebut, maka tanpa terasa halaman demi halaman telah selesai saya tulis. Setiap ada kesempatan dan waktu luang saya berusaha untuk konsisten menulis walau pun terkadang hanya satu atau dua paragraf. Dan seiring berjalannya waktu, tanpa terasa sudah hampir tiga puluh hari saya konsisten menulis.

Sebagian dari alokasi waktu tersebut saya dapatkan salah satunya dari mengurangi menonton TV dan berselancar di dunia maya secukupnya saja. Saya kurangi kegiatan mengunjungi facebook dan twitter kalau memang tidak diperlukan sekali. Selain itu juga dengan memutus beberapa interaksi digital yang dirasa tidak perlu, sehingga hal tersebut tidak mengganggu konsentrasi saya dalam melakukan pekerjaan yang penting.

Saya berusaha untuk tidak membiarkan waktu berlalu percuma, misalnya setelah shalat subuh menjelang pergi bekerja adalah waktu yang sangat produktif untuk menulis. Begitu juga ketika akan istirahat malam, saya meluangkan waktu satu atau dua jam untuk membaca atau pun menulis. Dalam perjalanan pulang pergi tempat kerja saya manfaatkan waktu tersebut untuk mendengarkan audio book guna menambah wawasan serta persiapan untuk bahan tulisan.

Seoptimalkan mungkin saya pergunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang penting dan bermanfaat.

Lalu bagaimana dengan kamu, apakah termasuk golongan orang-orang yang selalu mengeluh tidak punya waktu atau kelompok orang-orang yang bersahabat dengan waktu?

Michael Leboeuf, seorang penulis dan pakar manajemen bisnis Amerika mengatakan, “Habiskan uang Anda dan Anda hanya akan kehabisan uang. Tetapi habiskan waktu Anda, maka Anda akan kehilangan sebagian dari hidup Anda.”

Jadi mulailah untuk bisa mengefektifkan waktu, karena orang—orang yang efektif selalu bisa memilih mana pekerjaan yang harus diutamakan, mana yang bisa ditunda serta mana yang bisa untuk tidak dikerjakan sama sekali. Sebagai ilustrasi dari ratusan pesan yang masuk baik itu dari BBM, SMS maupun Whatsapp yang kita terima setiap hari, tentu tidak semuanya harus kita baca dan respon. Pesan yang dikirim oleh keluarga seperti istri, anak, orangtua serta saudara itu pastinya menjadi prioritas utama untuk dibaca dan direspon karena biasanya penting. Ada juga pesan yang bisa ditunda untuk membaca dan meresponnya, misalnya ajakan teman untuk rencana reuni. Bahkan ada beberapa pesan yang bisa diabaikan begitu saja seperti penawaran kredit atau SMS yang bernuansa penipuan.

Awalnya memang terasa sulit dan butuh perjuangan yang lumayan berat untuk bisa mengefektifkan waktu yang kita miliki. Namun ketika kita sudah bisa menghargai waktu itu sama halnya dengan menghargai diri sendiri. Menyepelekan pengelolaan waktu dan mengisinya dengan berbagai kegiatan yang tidak produktif, itu adalah awal dari sebuah kebiasaan buruk yang akan menghabiskan sebagian hidup kita dalam kesia-siaan.

Sebelum kamu bisa menghargai waktu, maka kamu tidak akan pernah meraih apapun. Karena sumber daya yang paling berharga yang kita miliki adalah waktu, itu sebuah ungkapan yang pernah keluar dari mulut seorang Steve Jobs.

Ciptakan waktu buat dirimu. Kerjakan apa yang kamu cita-citakan. Lakukan apa yang kamu yakin memberi maslahat buat dirimu dan orang banyak.

Mau interaksi lebih lanjut …??? Follow saya di twitter : @CandraDenni

Bagi kamu yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *