Hari Buku Sedunia Dan Potongan Koran Bekas


Denni Candra

dennicandra.com, Apakah Anda mengetahui kapan Hari Buku Sedunia diperingati? Atau malah Anda bertanya dan bingung sendiri, karena baru mengetahui bahwa ada hari buku. Namun kalau melihat pada kenyataan yang ada di tengah-tengah masyarakat, maka wajar hal tersebut terjadi.

Padahal sejak tanggal 23 April 1995 UNESCO telah menetapkan tanggal tersebut sebagai peringatan Hari Buku Sedunia, dan di Indonesia sendiri dengan diparakarsai oleh Forum Indonesia Membaca (FIM) peringatan hari buku ini sudah dilakukan sejak tahun 2006. Namun sampai saat ini belum ada perkembangan signifikan terkait meningkatnya minat baca khususnya membaca buku di tengah-tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil survey dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) tahun 2011, indeks tingkat kegemaran membaca masyarakat Indoonesia hanya 0,001 persen. Artinya dalam seribu populasi masyarakat Indonesia hanya 1 orang yang mempunyai kegemaran dalam membaca. Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam urutan 124 dari 187 negara dalam penilaian Indeks Pembangunan Manusia.

Kembali pada pembahasan mengenai hari buku yang jatuh pada tanggal 23 April, jujur saya pun baru mengetahuinya karena secara tidak sengaja mendapat kiriman pesan dari seorang teman melalui media sosial. Tapi walaupun baru mengetahui adanya peringatan hari buku sedunia, beruntung saya semenjak kecil sudah memiliki ketertarikan untuk membaca. Ketika baru duduk di sekolah dasar, salah satu kebiasaan saya adalah membaca kata-kata yang tertera di berbagai papan reklame dan plang nama kantor atau toko yang ada di pinggir jalan. Karena kata-kata yang tertulis di media tersebut cukup besar dan umumnya merupakan kata-kata yang pendek, sehingga memudahkan untuk dibaca oleh anak yang baru berkenalan dengan abjad.

Mengenai kegemaran membaca ini, jangan dibayangkan kalau waktu itu saya mempunyai koleksi majalah anak-anak atau berbagai macam komik yang bisa mendukung hobi baru tersebut. Jangankan untuk membeli komik atau berlangganan majalah anak-anak, mendapatkan jatah uang jajan dan kebutuhan sehari-hari saja sudah merupakan suatu kenikmatan yang teramat besar. Tetapi itu bukan merupakan suatu halangan bagi saya untuk terus memupuk keinginan untuk membaca. Seperti kata pepatah selama kita mempunyai keinginan pasti ada jalan untuk mencapainya. Tak ada rotan akar pun jadi.

Biasanya dua kali dalam seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu merupakan hari pasar di daerah saya. Pada hari tersebut orangtua saya selalu ke pasar membawa hasil panen dari ladang yang umumnya ubi, jagung serta tanaman palawija lainnya. Setelah selesai transaksi jual beli hasil pertanian tersebut, uangnya akan dipergunakan untuk berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari. Pada saat itu masih banyak para pedagang di pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari menggunakan koran-koran bekas untuk membungkus barang dagangan mereka.

Setiap orangtua saya pulang dari pasar, saya selalu siap menyambut dengan wajah sumringah dan senyum mengembang. Bukan karena menantikan jajanan atau makanan yang dibawa orangtua dari pasar, tetapi bahagia karena saya akan mempunyai bahan bacaan baru dari berbagai bungkusan barang belanjaan. Sesampai di rumah semua belanjaan orangtua saya yang dibungkus pakai kertas koran akan saya sortir dan pisahkan. Lalu tanpa menunggu lama, layaknya pemburu yang takut buruannya lepas dan menghilang semua bungkusan dari koran bekas tersebut saya buka dan kumpulkan. Sedangkan barang-barang belanjaan yang telah terbuka bungkusnya tersebut akan saya pindahkan ke wadah lain.

Setelah semua disortir dan dirapikan lalu saya akan mencari tempat yang nyaman untuk menikmati bahan bacaan yang baru saya dapatkan tersebut. Mendapatkan bahan bacaan seperti itu kalau ibaratkan dengan kondisi sekarang ini, mungkin mengalahkan kegembiraan ketika mendapatkan hadiah sebuah gadget keluaran terbaru dengan harga jutaan rupiah. Walau pun kertas tersebut kentara dengan aroma cabe, bawang, bumbu masak bahkan ada yang beraroma ikan asin tetapi tidak mengurangi kekhusyukan saya untuk melahap habis tulisan serta bacaan yang ada di kertas tersebut.

Melihat saya memiliki kebiasaan seperti itu akhirnya orangtua juga ikut mendukung. Malahan ketika orangtua saya pulang dari pasar dan saya masih berada di sekolah, beliau membantu memisahkan serta menyortir bungkus belanjaan tersebut. Ketika saya sudah sampai di rumah baru koran-koran bekas tersebut diserahkan kepada saya. Terkadang tidak jarang ketika berbelanja barang-barang lain seperti pakaian, alat-alat kebutuhan pertanian (cangkul, parang, sabit dan lain sebagainya) mereka minta dibungkus dengan kertas koran.

Setiap ada bahan bacaan yang baru biasanya tidak butuh waktu lama bagi saya untuk menyelesaikannya. Kalau bagi anggota pemadam kebakaran ada slogan pantang pulang sebelum padam maka saya juga ada slogan ketika membaca yaitu pantang berhenti sebelum tamat. Bahkan untuk makan serta minum bisa terlupakan kalau sudah asyik menikmati bacaan buku atau majalah.

Alhamdulillah kebiasaan tersebut terus terbawa sampai sekarang ini, walau pun disibukkan dengan berbagai aktivitas pekerjaan tetapi saya berusaha untuk selalu menyempatkan membaca minimal membaca koran. Dan setiap bulan saya menargetkan membaca minimal satu buah buku. Membaca sudah menjadi semacam kebutuhan, kalau belum membaca dalam satu hari rasanya ada yang kurang. Dan itu semua berawal dari kumpulan-kumpulan koran bekas.

Mudah-mudahan dengan peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April 2016 ini bisa dijadikan sebagai momentum untuk menjadikan kebiasaan membaca buku sebagai sebuah gerakan perubahan kehidupan ke arah yang lebih baik.

(Tulisan ini pernah dimuat di Harian BERNAS Jogjakarta edisi Sabtu, 23 April 2016 dengan judul “Koran Bekas, Awal Minat Membaca”)

Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *