Hati-Hati Dengan “Fuzzy Word”


MasterpieceMotivator

dennicandra.com, Dalam berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain sehari-hari, sering kali kita mendengar atau bahkan mungkin kita sendiri yang mengucapkan beberapa kata yang artinya “kabur” atau “tidak jelas”. Beberapa ahli menyebutnya dengan istilah “fuzzy word”, yaitu kata-kata yang definisinya tidak jelas dan tergantung kepada ekspektasi dari orang yang mengucapkannya. Jadi bisa saja kata-kata yang sama tetapi karena diucapkan oleh orang yang berbeda sehingga artinya juga jadi berbeda.

Sebagai contoh mungkin kita sering mendengar kata seperti “percaya diri”, “saya tidak nyaman dengan hal tersebut”, “pekerjaan ini terlalu sulit” atau “orang itu tidak dapat diandalkan”.

Apakah Anda bisa menerka apa arti dan maksud dari kata-kata tersebut?

Atau kalau Anda yang menyebutkan kata-kata tersebut, kira-kira orang yang mendengarkannya bisa mengartikan kata-kata tersebut seperti yang Anda inginkan?

Bagi saya pribadi, kalau ada orang yang mengatakan kepada saya bahwa si “A” itu tidak dapat diandalkan, maka saya akan bertanya balik kepada orang tersebut, “Apa yang menyebabkan Anda mengatakan kalau dia tidak bisa diandalkan?”

Kenapa? Karena saya tidak tahu apa kriteria yang digunakan oleh orang tersebut untuk mengatakan hal tersebut, tanpa kita bertanya secara detail dan menduga-duga sendiri maka bisa saja pengertian yang kita dapatkan berbeda sama sekali dengan pengertian dari orang yang mengatakannya.

Sebagai contoh, misalkan dalam sebuah organisasi perusahaan seorang Direktur Operasi memberikan instruksi¬†kepada Manager Proyek untuk mencari sebanyak 3 orang staff yang dapat “diandalkan” karena perusahaan mereka akan mendapatkan sebuah proyek besar pada akhir bulan ini.

Tetapi ketika sang Manager Proyek datang kembali dan menghadapkan 3 orang staff yang menurut dia merupakan oarang-orang pilihan yang pantas untuk ikut proyek besar ini kepada Direktur Operasi, reaksi dari sang Direktur ketika melihat orang tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkannya.

“Kenapa Anda memilih orang-orang tersebut? Saya tahu kalau orang-orang tersebut tidak dapat diandalkan untuk pekerjaan sebesar ini”

Kesimpulannya, Manager harus tahu dulu dan memastikan apa yang dimaksud dengan kata-kata “dapat diandalkan” oleh sang Direktur.

Bagi sebagian orang yang dimaksud dengan “dapat diandalkan” tersebut adalah orang yang disiplin, tepat waktu dan tidak pernah terlambat dalam hal apa pun. Bahkan ketika istirahat pun dia hanya seperlunya dan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan secepat mungkin. Tetapi bagi sebagian orang lagi defenisi “dapat diandalkan” adalah ketika seseorang bisa membina hubungan baik dengan klien, punya sifat ramah, mempunyai koneksi yang luas serta dapat diandalkan untuk menjadi tim pemasaran yang handal.

Jadi untuk sebagian kata-kata yang tergolong kepada “fuzzy word”, ada baiknya kita memastikan terlebih dahulu apa makna dan defenisi yang dimaksud oleh orang yang mengatakannya. Kalau kita yang mengatakan kata-kata tersebut sebaiknya kita jelaskan secara detail defenisi sesuai persepsi kita kepada orang yang mendengarkan. Sehingga ada kesamaan persepsi antara orang yang mengucapkan dengan orang yang mendengarkan, serta bisa mengurangi kesalahpahaman.

Salam Masterpiece

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *