Hiperaktif atau Superaktif

dennicandra.com, Setiap anak dilahirkan dengan keunikan dan kelebihannya masing-masing. Ada yang lahir dengan kecerdasan kinestetis, kecerdasan interpersonal atau intrapersonal, kecerdasan visual spasial dan lain sebagainya. Semua tergantung kita sebagai orangtua untuk mengarahkan dan membimbing mereka sesuai bakat dan kemampuannya.

Sebagai orangtua, melihat anak aktif bergerak tentu merupakan sesuatu yang menggembirakan. Tetapi kebanyakan orangtua ada juga yang mengalami kekhawatiran jika anaknya terlalu aktif. Bahkan ada yang langsung mengklaim dan mengambil kesimpulan kalau anak tersebut “hiperaktif”. Hal itu juga yang pada awalnya terjadi pada kami, dulu ketika Quinsha saat berusia 4 tahun. Dia selalu aktif bergerak dan tidak mau diam dalam waktu yang lama. Seolah-olah dia tidak mempunyai rasa capek dan lelah. Kalau diibaratkan mainan, baterainya selalu penuh dan tidak pernah kosong. 

Tetapi setelah berkonsultasi dengan seorang teman yang memahami psikologi pertumbuhan anak dan juga membaca dari berbagai literatur, maka didapat kesimpulan bahwa Quinsha hanya “superaktif”. Lantas apa bedanya antara “superaktif” dengan “hiperaktif.” Berikut saya akan berbagi dan sharing tentang perbedaan kedua sifat anak-anak tersebut.

Anak yang superaktif adalah anak yang kelebihan energi, tetapi ia tidak memiliki gangguan apa pun termasuk dalam hal berkonsentrasi. Mereka tetap bisa konsentrasi menyelesaikan suatu kegiatan. Selain itu, setiap gerakan dan kegiatan yang mereka lakukan memiliki maksud dan tujuan atau malah mungkin telah memiliki perencanaan. Dengan konsentrasi yang lebih baik, anak-anak superaktif biasanya memiliki intelegensia yang juga lebih tinggi.

Sedangkan anak yang hiperaktif selain aktif bergerak, mereka juga memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi dalam melakukan suatu kegiatan. Kondisi ini yang membuat mereka menjadi sulit untuk “mendengarkan” instruksi yang diberikan, sehingga anak hiperaktif cenderung dibilang bandel. Padahal itu terjadi karena informasi yang masuk ke otaknya terpecah-pecah. Anak hiperaktif bisa saja melakukan berbagai kegiatan secara berulang-ulang tanpa ada maksud dan tujuan yang jelas.


Bagaimana dengan anak Anda, Hiperaktif atau Superaktif?


  Dapatkan buku terbaru saya yang berjudul "Yakin Gak mau Nulis? ; Hidup Sekali Gak Nulis Rugi"


Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter