Jangan Malas Membaca Tulisan Sendiri

dennicandra.com, Tom Yam Goong, merupakan salah satu sup paling populer di Thailand. Bahkan berdasarkan survey CNN tahun 2017, menempatkan makanan ini di peringkat keempat sebagai makanan paling enak di dunia. Makanan khas Thailand yang berbahan dasar udang dengan campuran bumbu racikan dari lengkuas, jamur, tomat, sereh serta daun jerut purut merupakan makanan yang kaya rasa dan mempunyai cita rasa khas. Ketika memakannya Anda dapat merasakan sensasi rasa asam, asin, pedas dan manis dengan porsi yang seimbang.

Seandainya Tom Yam Goong tersebut disajikan ke hadapan Anda langsung dengan wajan bekas tempat memasaknya. Pada pinggir wajan tersebut masih terdapat bekas minyak dan bumbu yang belepotan. Makan tersebut disajikan ala kadarnya tanpa ada penataan serta tambahan aksesoris yang menambah cita rasa masakan, apakah Anda tertarik untuk menyantap makanan yang diklaim sebagai salah satu makanan paling enak di dunia tersebut?

Bandingkan dengan hidangan nasi goreng yang dijajakan di perempatan jalan atau gerobak kaki lima. Namun, dihidangkan dengan teknik penyajian yang memang didesain sedemikian rupa. Penyajian menggunakan piring atau piranti dengan memperhatikan posisi serta komposisi makanan. Selain itu ditambah dengan aksesoris seperti sayuran dan hiasan lainnya yang menambah nilai serta cita rasa makanan. Mungkin Anda akan lebih tergoda untuk menikmati sajian yang kedua dibandingkan yang pertama tadi. Walaupun masakan yang pertama dimasak oleh koki yang handal dan mempunyai reputasi yang telah diakui secara internasional.

Begitu juga halnya ketika Anda menulis. Setelah selesai membuat draft tulisan, tugas seorang penulis belumlah berakhir. Salah satu hal penting yang mesti dilakukan adalah melakukan editing. Ibarat makanan tadi, jangan sampai Anda menyajikan tulisan Anda ke hadapan pembaca ala kadarnya tanpa ada polesan serta pemanisnya. Jangan paksa pembaca menikmati tulisan Anda layaknya makanan yang disuguhkan menggunakan wajan tempat Anda memasak.

Anda harus membaca ulang naskah atau tulisan tersebut untuk memastikan tidak ada kekeliruan, menemukan kekurangan atau kelebihan pembahasan, kesalahan dalam menggunakan tanda baca ataupun kesalahan ketik. Selain itu, dengan melakukan editing pada kesempatan pertama, Anda juga bisa memangkas kalimat yang terlalu panjang atau bertele-tele. Kata-kata yang tidak berhubungan secara langsung dengan tema tulisan atau pemakaian sudut pandang yang tidak konsisten bisa Anda perbaiki. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemenggalan kata dan pembagian paragraf.

Dengan kata lain, editing atau menyunting tulisan dimaksudkan untuk memberikan polesan, melengkapi dan menyempurnakan tulisan baik dari segi kelengkapan konten atau pun struktur pengembangannya. Termasuk di dalamnya adalah melengkapi sumber atau referensi yang bisa dipertanggungjawabkan kalau tulisan tersebut berisikan data-data yang memerlukan pertanggungjawaban mengenai kebenarannya.

Mungkin Anda akan beranggapan bahwa melakukan penyuntingan atau editing tersebut merupakan pekerjaan yang membuang-buang waktu. Karena nantinya naskah atau tulisan tersebut juga akan dibaca dan direvisi lagi oleh editor. Kalau memang Anda beranggapan seperti itu, maka ada baiknya anggapan tersebut Anda buang jauh mulai saat ini.

Setiap harinya, ada puluhan bahkan ratusan tulisan yang masuk serta menumpuk entah itu di meja atau dalam perangkat surel seorang editor. Dan untuk membaca serta menyeleksi tulisan yang sekian banyak tersebut, pasti membutuhkan waktu serta menguras tenaga. Pastinya secara refleks mata seorang editor akan memilih tulisan yang dikirim dalam keadaan sudah rapi dan tidak memerlukan revisi terlalu banyak. Dan hal yang lumrah bahwa sebagai seorang manusia pasti akan tertarik dengan pekerjaan yang tidak terlalu rumit. Yang tentu saja tanpa mengabaikan kualitas serta isi konten tulisan.

Jadi, ketika Anda mengirimkan naskah buku ataupun tulisan baik ke penerbit atau pun sebuah media massa, mutlak harus Anda lakukan self editing. Selain untuk membantu serta mempermudah kerja editor, juga memperbesar peluang naskah atau tulisan Anda untuk dilirik dan tidak menutup kemungkinan diterbitkan. Kalau pun tulisan Anda hanya untuk di-posting di blog pribadi atau media sosial, setidaknya dengan melakukan editing Anda sudah menyajikan tulisan dengan tingkat keterbacaan tinggi serta tidak menyiksa mata pembaca.

Bagi seorang penulis, melakukan penyuntingan atau editing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan menulis. Jika ada penulis yang enggan melakukannya, maka sama saja artinya Anda menyajikan makanan dalam wadah yang belepotan ke hadapan pembaca Anda. Walaupun rasanya enak, namun karena penyajian yang ala kadarnya membuat pembaca kehilangan selera dan tidak berkenan menikmatinya. Karena untuk hal kualitas tulisan, bukan hanya berdasarkan penilaian dari penulis semata, namun juga ada peranan dari pembaca yang akan menilainya.

Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter