Kalau Dunia Punya Orang Cina, Indonesia Punya Orang Minang


dennicandra.com, Selama ini kita mengenal bahwa etnis yang identik dengan naluri bisnis yang kuat dan etos dagang yang pekat ada dua, yaitu etnis Cina dan etnis Minang. Selain memiliki jiwa dagang, kedua etnis ini terkenal dengan “jangkauan” penyebaran populasi yang luas. Anda boleh cek di negara mana di dunia ini yang tidak ada etnis Cina. Begitu juga dengan etnis Minang, mereka tersebar di seluruh daerah yang ada di Indonesia bahkan sebagian juga ada yang sampai ke mancanegara. Bahkan sampai ada sebuah anekdot, bahwa ketika Neil Amstrong mendarat di Bulan bersama Apollo 11 38 tahun silam, ia sangat terkejut mendapati orang Minang sudah lebih duluan sampai di sana untuk membuka rumah makan Padang.

Karena keahlian dalam berdagang serta memiliki jiwa “merantau” makanya tidak heran kalau kedua etnis ini boleh dibilang banyak yang mapan secara finansial. Keberhasilan kedua etnis ini dalam menguasai “bidang ekonomi” banyak menarik perhatian berbagai kalangan. Berdasarkan pengamatan saya pibadi, ada 5 hal yang menjadi jurus rahasia serta persamaan antara etnis Cina dan etnis Minang dalam mengumpulkan pundi-pundi kekayaan.

Pertama, Mengenalkan dunia dagang sejak kecil kepada anak-anak

Denni Candra

Etnis Cina dan etnis Minang merupakan etnis yang sama-sama menyukai dunia perdagangan. Dan kesenangan serta kebiasaan berdagang tersebut sudah diperkenalkan sejak masih anak-anak. Kalau kebanyakan orang mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi pekerja dan pegawai, maka hal itu tidak berlaku sepenuhnya buat kedua etnis ini. Sedari kecil anak-anaknya sudah dipersiapkan untuk menjadi pedagang. Dimulai dari hal-hal yang kecil seperti membantu menjaga toko, melayani pembeli atau berhubungan dengan distributor dan penyuplai barang. Intinya dari kecil mereka sudah mengenal dan akrab dengan lingkungan dagang, sehingga tidak heran ketika besar banyaknya yang menjadi pengusaha sukses.

Kedua, Selektif dalam mengatur keuangan

Denni Candra

Karena sifat yang selektif dalam menggunakan uang ini maka tidak jarang predikat “pelit” melekat dalam setiap pribadi etnis ini, terlebih lagi bagi etnis Minang. Pada hal kalau kita perhatikan lebih detail, mereka ini bukannya pelit tetapi selektif. Mereka bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang cuma hanya keinginan. Sesuai prinsip yang berlaku dalam dunia dagang, semua uang yang dibelanjakan harus dihitung sebagai modal dan harus diperhitungkan untung dan ruginya. Mereka hanya memastikan jangan sampai uang yang telah dikeluarkan terbuang secara percuma.

Ketiga, Memiliki cita-cita dan visi yang besar

Denni Candra

Kalau pun ada sebagian kita melihat orang-orang dari etnis ini yang menjadi karyawan atau pegawai kantoran, itu biasanya hanya bersifat sementara. Bisa jadi karena mereka belum mempunyai modal atau ingin mencari pengalaman. Biasanya kondisi tersebut hanya untuk sementara karena mereka memiliki cita-cita atau visi untuk memiliki usaha sendiri.

Keempat, Lebih baik menjadi kepala ayam daripada ekor sapi

Denni Candra

Baik etnis Cina atau pun etnis Minang, umumnya memiliki prinsip lebih baik punya penghasilan sendiri walau pun nilainya kecil daripada bergaji besar tetapi suruhan orang. Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, karena dari kecil mereka sudah dididik untuk menjadi pedagang atau pengusaha sehingga tidak “betah” ketika harus bekerja dengan orang lain. Sehingga mereka lebih suka untuk membuka usaha sendiri daripada menjadi orang gajian.

Kelima, Berani mengambil resiko untuk tetap “survive”

Denni Candra

Salah satu keberanian mengambil resiko yang terlihat yaitu berani meninggalkan kampung halaman untuk mendapatkan peruntungan yang lebih baik di negeri orang. Terlebih bagi etnis Minang, ada semacam perasaan malu bagi anak muda minang kalau belum pernah menjejakkan kaki di tanah rantau. Merantau bukan hanya semacam tradisi atau sekedar ikut-ikutan saja, namun sebagai ajang untuk melatih diri dan pembuktian bahwa mereka bisa survive walau pun jauh dari keluarga. Orang Minang percaya bahwa jika mereka bisa sukses di perantauan barulah mereka bisa dianggap berhasil dalam kehidupannya.

Itulah beberapa hal yang hal yang menjadi rahasia kenapa orang Cina dan orang Minang bisa berhasil dalam berusaha. Jadi jangan heran kenapa di setiap sudut negara di dunia ini ada Cina Town dan di setiap persimpangan jalan di seluruh pelosok Indonesia ada “Rumah Makan Padang”.

Mau provokasi lebih lanjut …??? Follow saya di twitter : @CandraDenni

Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan potensi diri guna meraih kesuksesan, jangan sampai terlewatkan untuk membaca buku terbaru saya We Are Masterpiece : 7 Langkah Mengoptimalkan Potensi Diri


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *