Kepemimpinan & Membangun Teamwork


MasterpieceMotivator

dennicandra.com, Sahabat Ibnu Umar ra berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kalau kita mengambil hadist diatas sebagai rujukan, maka tidak bisa kita pungkiri bahwasanya kepemimpinan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari. Dari zaman dahulu sampai saat sekarang ini dan mungkin akan terus berlangsung sampai berakhirnya sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini, akan selalu berhubungan dan melibatkan kepemimpinan baik di dalam keluarga, tempat kerja, organisasi masyarakat, maupun sebuah negara. Belajar tentang kepemimpinan akan menjadi modal besar dalam membangun kehidupan yang jauh lebih bermakna.

Dalam keseharian kita saat ini sering kita mendengar orang mengatakan bahwa beragam permasalahan yang terjadi disekitar kita saat ini disebabkan karena negera kita sedang mengalami apa yang disebut dengan krisis kepemimpinan. Sehingga hampir setiap orang bertanya-tanya tentang bagaimana konsep kepemimpinan yang ideal dan harus diterapkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang komplek saat ini. Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah perkara mudah, semudah membalik telapak tangan atau semudah lidah memutarbalikkan kata-kata untuk mencari berbagai alasan. Melahirkan pemimpin yang ideal itu membutuhkan proses dan waktu yang sangat lama, tetapi seberapa lama …???

Krisis kepemimpinan itu bukan hanya terjadi dalam tatanan pemerintahan kenegaraan, tetapi hampir disemua lini dan berbagai sudut kehidupan. Banyak kita lihat diberbagai institusi, organisasi ataupun komunitas yang mengalami keGALAUan dan keGAMANGan akibat tidak adanya pemimpin yang bisa diandalkan.

Pemimpin sekarang lebih banyak menuntut (getting), bukan memberi (giving), menikmati (senang-senang), bukan melayani (susah-payah), dan banyak mengumbar janji, bukan memberi bukti.

Sehingga, banyak yang cenderung menyalahkan “sang pemimpin”. Tetapi apakah sedemikian parahnya kondisi yang terjadi saat ini? Apakah benar kalau kepemimpinan itu sesuatu yang sulit? Lalu bagaimana caranya untuk menjalankan konsep kepemimpinan yang sebenarnya?

Apakah KEPEMIMPINAN itu …???

Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bersedia bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Tetapi kenyataannya tidak semua orang yang diberikan amanah untuk menjadi pimpinan memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki jiwa “kepemimpinan”. Karena inti dari kepemimpinan itu adalah mampu MEMPENGARUHI, MENGGERAKKAN & MEMBIMBING orang yang dipimpinnya untuk mencapai sasaran dan tujuan kelompok/organisasi/perusahaan/komunitas dsb.

Seorang pemimpin hebat dan dahsyat bukanlah yang mampu melakukan apa pun dan menyelesaikan segala masalah dan tantangan sendirian. Ingat ! Sebagai seorang Pemimpin, Anda akan sukses jika orang yang Anda pimpin sukses.

“Selalu ingat, bahwa secara hakikat, fungsi utama seorang pemimpin adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin, bukan pengikut.”

Kepemimpinan adalah sebuah tanggung jawab besar dalam hidup seseorang. Seseorang yang diberikan tanggung jawab untuk memimpin berarti memikul sebuah beban tanggung jawab di pundaknya. Karena seorang pemimpin tidak lagi memikirkan dirinya sendiri. Yang ada di kepalanya bukanlah masalah-masalah dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang mumpuni tidak lagi berbicara tentang “SAYA” tapi telah berbicara dan berbuat untuk “KITA”.

Setidaknya ada tiga kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yang saya singkat dengan Kekuatan 3I. Yaitu, kekuatan visI, kekuatan komunikasI dan kekuatan hatI.

Kekuatan Visi

Visi berarti pandangan atau wawasan yang jauh ke depan, kalau dalam konteks organisasi VISI adalah tujuan atau cita-cita utama yang ingin diwujudkan oleh organisasi atau kelompok tersebut.

Seseorang yang hendak melangkah membutuhkan tujuan untuk mengakhiri perjalanannya. Ibarat seorang nakhoda kapal yang tidak akan pernah bisa melabuhkan kapalnya, bila tidak menetapkan kemana dia akan berlabuh. Bahkan kapal tersebut bisa saja celaka, terombang ambing ditengah lautan, menabrak karang serta kehabisan perbekalan karena tidak tahu kemana dan kapan saaatnya berlabuh.

Seorang pemimpin harus memilki visi yang kuat dalam kepemimpinannya, dia harus tahu dengan jelas mau dibawa kemana organisasi atau kelompoknya. Visi ini ibarat kompas dalam pelayaran yang jadi penuntun dan penunjuk arah kemana kapal mau diarahkan dan sang pemimpin adalah nakhoda dari kapal tersebut.

Kekuatan visi dari seorang pemimpin akan menjaga dan menjamin organisasi tetap “on the track” untuk capai tujuan meski sedang diterpa oleh masalah. Layaknya nakhoda yang tetap bisa mengendalikan kapalnya pada saat badai menerjang kapal tersebut.

Semakin baik dalam mengidentifikasi langkah dan jalan untuk mencapai cita-cita besar dari sebuah organisasi maka akan semakin kuat visi yang dimiliki.

Kekuatan komunikasi

Komunikasi merupakan hal penting dalam sebuah organisasi. Karena organisasi merupakan kumpulan dari banyak orang dan komunikasi di sini memiliki peran penting dalam organisasi. Salah satunya adalah menjaga soliditas organisasi. Banyak contoh kasus sebuah organisasi atau kelompok tidak berjalan dengan baik bahkan mengalami perpecahan karena permasalahan komunikasi. Baik antara sesama unsur pimpinan organisasi, antara pimpinan dan anggota atau antara sesama anggota. Oleh karena itulah dalam membangun sebuah organisasi dan menjalankan organisasi, komunikasi menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga oleh seluruh unsur dalam organisasi.

Kekuatan komunikasi sangat mutlak harus dimiliki oleh setiap pemimpin. Karena pemimpin adalah orang yang akan memberikan arahan dan petunjuk untuk setiap gerakan dan kerja yang akan dilakukan oleh setiap anggotanya. Kekuatan komunikasi dari seorang pemimpin menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh pemimpin terhadap anggota-anggotanya dan apa yang dilakukan oleh anggota-anggotanya setelah mendapatkan arahan dari sang pemimpin. Sehingga terjadi harmonisasi gerak yang baik antara keinginan dari pemimpin dan kerja yang dilakukan oleh anggota.

Ada beberapa hal yang harus mampu dikomunikasikan dengan baik oleh seorang pemimpin kepada anggota-anggotanya. Kekuatan komunikasi dari seorang pemimpin bertujuan untuk menunjukkan jalan dan langkah yang akan diambil oleh organisasi dalam mencapai tujuan dan dalam menghadapi setiap permasalahan.

Pertama pemimpin harus bisa mengkomunikasikan apa yang menjadikan visinya. Dan diharapkan para anggota mengetahui apa yang akan mereka tuju bersama sang pemimpin. Sehingga jika di pertengahan jalan organisasi mengalami masalah dan terlihat organisasi sudah mulai “off the track” maka para anggota dalam hal ini bisa memberikan pandangan dan mengingatkan untuk mengembalikan organisasi pada jalur yang tepat.

Yang kedua adalah hal yang harus mampu dikomunikasikan dengan baik oleh pemimpin dalam sebuah organisasi adalah kondisi dan permasalahan-permasalahan yang sedang dan akan dihadapi oleh organisasi atau kelompok dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Komunikasi yang baik dari pemimpin terhadap kondisi dan masalah yang dihadapi akan menghasilkan kesadaran dari setiap anggota akan peranan dan tugas yang dapat dilakukannya dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Tapi tentunya tidak semua masalah harus disampaikan kepada anggota. Cukup hal-hal yang benar-benar berkaitan dengan mereka. Oleh karena itulah komunikasi akan hal ini harus dapat dilakukan dengan baik oleh setiap pemimpin. Kekuatan komunikasi seorang pemimpin juga harus dimiliki dalam hal komunikasi kepada pihak-pihak yang ada di luar organisasi tersebut. Komunikasi ke eksternal organisasi akan menguatkan dan menjadi proses marketisasi tersendiri terhadap organisasi atau kelompok tersebut.

Kekuatan hati

Dan kekuatan ketiga yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kekuatan hati. Ketika memimpin dengan hati, maka orang yang dipimpin akan dibuat gembira, hatinya lapang, dibangun cita-cita atau harapannya bahwa ada sesuatu yang lebih mulia yang ingin diraih secara bersama-sama. Cara inilah yang melahirkan keikhlasan, dan kalau seorang pemimpin mempunyai kekuatan hati yang hebat maka orang-orang yang dipimpinnya tidak akan merasa terpaksa dan tertekan tetapi malah akan mendapatkan kegembiraan dan kepuasan. Karena orang yang dipimpinnya tidak hanya dijadikan sekedar sebagai objek tetapi diposisikan sebagai pihak-pihak yang terhormat dan dikembangkan agar bisa berkarya semaksimal mungkin.

Salah satu cara untuk memiliki kekuatan hati ini yaitu dengan memberikan keteladanan guna memimpin para anggotanya dalam menempuh “jalan” untuk mencapai tujuan atau visi yang telah dibuat. Keteladanan dari pemimpin adalah “motor” penggerak seluruh elemen organisasi yang paling efektif. Karena konsepnya dalam sebuah keteladanan akan lebih bermakna ketimbang seribu kata-kata. Seorang pemimpin yang mampu memberikan keteladanan akan lebih dicintai, lebih dihormati dan akan lebih diikuti ketimbang pemimpin-pemimpin yang hanya bisa berkata-kata dan beretorika. Keteladanan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang harus dijalankan oleh seorang pemimpin kepada anggota-anggotanya.

Kita telah melihat bagaimana kepemimpinan Rasulullah saw yang dipenuhi oleh keteladanan. Beliau tidak hanya mengetahui apa masalah yang sedang dihadapi, tetapi juga Rasul memahami bagaimana masalah itu diselesaikan. Artinya dalam proses kepemimpinan yang dilakukan, Rasul tidak hanya hadir dalam alam kata kata serta instruksi ketika menghadapi sebuah masalah tetapi juga Rasul dalam taraf amal dan tindakan untuk menyelesaikan masalah masalah yang dialami oleh umat Islam saat itu. Contohnya dalam perang Khandaq bagaimana Rasul ikut turut ambil bagian dalam proses pembuatan parit.

Kekuatan keteladanan dari seorang pemimpin akan mampu menggerakkan seluruh elemen organisasi untuk bekerja secara bersama-sama dalam mencapai tujuan dan visi yang telah ditetapkan. Keteladanan akan “menghangatkan” hubungan antara pemimpin dan anggota tanpa mengurangi rasa hormat dari para anggota kepada pemimpin. Bahkan keteladanan akan lebih meningkatkan rasa hormat kepada pemimpin yang mampu memberikan keteladanan.

KEPEMIMPINAN & TEAMWORK

Setiap pemimpin akan merasa senang jika memiliki anggota team yang cakap dan bisa diandalkan. Bahkan seringkali seorang pemimpin ingin memiliki anggota tim yang secara instant sudah langsung jadi dan sempurna sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun yang terjadi di lapangan seringkali harapan tidak sesuai dengan kenyataan … hehehe 🙂

Seorang pemimpin harus bisa menjalan dan pintar dalam membaca situasi serta menempatkan diri kapan harus sebagai mentor, kapan harus sebagai coach, kapan harus sebagai counselor serta kapan harus menggabungkan ketiga metode tersebut.

Pemimpin yang hebat adalah juga seorang pembelajar yang hebat, yang senantiasa memandang kesalahan yang terjadi sebagai sebuah kesempatan pembelajaran menuju perbaikan. Sikap tersebut harus juga ditanamkan kepada seluruh anggota tim. Karena kesalahan merupakan bagian esensial dari sebuah proses belajar maka pemimpin harus bisa mengembangkan kemampuan anggotanya dengan membantu mereka mendobrak keluar dari pola berpikir yang lama. Ketika kita terjebak dalam sebuah rutinitas harian maka seringkali kita berlaku secara otomatis sesuai kebiasaan dan berhenti untuk berpikir kritis serta rentan dengan pembiasaan. Maka tugas seorang pemimpinlah untuk mendorong agar anggota timnya untuk berpikir kritis atau istilah kerennya “out of the box”, diluar dari segala rutinitas yang selama ini dijalani dan memiliki sikap mental untuk bersiap menghadapi segala perubahan yang berlangsung begitu cepat.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan seorang pemimpin untuk mengembangkan kemampuan serta membangun temwork yang solid, diantaranya :

Berhenti membuat keputusan sendiri. 

Usahakan agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang disepakai bersama agar masing-masing anggota tim bertanggungjawab dalam melaksanakan serta menjalankan keputusan tersebut.

Jangan mendominasi pembicaraan.

Salah satu permasalahan yang sering terjadi ketika diskusi atau sharing dalam kelompok atau tim adalah “bos” merupakan satu-satunya orang yang paling banyak bicara. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah, padahal yang diharapkan adalah masing-masing anggota tim/kelompok dapat berbicara menyampaikan keluhan, permasalahan, usulan atau ide yang berguna untuk evaluasi dan kemajuan tim/kelompok.

Jika dalam sebuah pertemuan baik itu rapat atau diskusi seorang pemimpin berbicara lebih dari 25% dari waktu meeting, maka itu berarti sang pemimpin bersifat mendominasi. Hal itu juga menggambarkan kalau Anda sebagai pemimpin kurang menghargai masukan dari bawahan atau anggota tim.

Ciptakan kesempatan berlatih bagi anggota tim. 

Baik itu kesempatan untuk belajar ilmu baru atau kesempatan untuk mencoba tantangan-tantangan baru agar mereka lebih berkembang. Mungkin sebagai pimpinan  kita bisa memulainya dari hal-hal yang sederhana. Misalnya memberikan kesempatan kepada para anggota tim untuk bergiliran memandu diskusi atau pertemuan rutin, sehingga dengan cara tersebut diharapkan bisa meningkatkan keahlian memeraka dalam berinteraksi dan memimpin sebuah pertemuan.

Arahkan anggota tim untuk berani mengambil tanggungjawab.

Pemimpin juga perlu mendorong dan menciptakan iklim agar setiap anggota tim tertantang untuk berani mengambil tanggungjawab. Misalnya ketika dihadapkan dalam suatu kondisi yang cukup sulit dan perlu mengambil suatu langkah atau keputusan, maka jangan langsung menyodorkan solusi tetapi tanyakan kepada mereka seandainya mereka yang dimintai keputusan seperti itu kira-kira langkah apa yang akan mereka lakukan.

Ambillah satu langkah lebih jauh dengan mengundang karyawan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan keputusan mereka. Jangan lupa untuk tetap mengarahkan dan mendukung mereka.

Berbagi gambaran besar.

Dalam memberikan tugas, seorang pemimpin haruslah terlebih dahulu menjelaskan apa yang menjadi arah dan tujuan dari tugas tersebut dan bagaimana cara melaksanakannya. Jika semua sudah jelas di depan, maka setiap anggota tim akan tahu apa yang harus mereka kerjakan, target apa yang harus mereka capai dan apa yang harus mereka lakukan jika menghadapi suatu kendala serta sampai dimana kewenangan yang mereka miliki.

Memperkaya tugas dan tanggungjawab

Berikan contoh dan latihan yang memadai serta dukungan teknis sehingga masing-masing orang bisa menyelesaikan tugasnya dengan sukses. Perkayalah tanggungjawab mereka sehingga mereka memiliki variasi dalam tugas dan kesempatan. Terlebih tugas dan kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk membuat keputusan yang berarti tentang bagaimana pekerjaan mereka bisa diselesaikan.

Berikan kesempatan untuk mengajar dan berbagi informasi.

Salah satu cara yang terbukti paling baik dalam meningkatkan produktivitas karyawan dalam sebuah perusahaan adalah dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk memberikan petunjuk dan berbagi informasi kepada yang lainnya. Misalnya dalam dunia marketing kita bisa meminta kepada salah satu sales yang berprestasi untuk menceritakan pengalaman dan berbagi rahasia suksesnya kepada anggota tim lainnya dalam sebuah diskusi atau pertemuan.

Pada akhirnya, marilah kita sama-sama merenungkan diri dan bertanya kepada diri kita masing-masing. Sudah siapkah kita untuk mempertanggungjawabkan amanah kepemimpinan yang diberikan Allah kepada kita? Sudahkah kita menajalankan amanah tersebut sebagaimana mestinya?

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *