Kerja Pemimpin Bukan Hanya Marah


MasterpieceMotivator

dennicandra.com, Sahabat Ibnu Umar ra berkata : Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kalau berbicara mengenai kepemimpinan tidak akan ada habisnya, karena memang intinya setiap orang adalah pemimpin, minimal pemimpin untuk dirinya sendiri. Bagi yang sudah berkeluarga, maka tanggungjawab kepemimpinan akan bertambah lagi yaitu sebagai pemimpin atau kepala keluarga yang bertanggungjawab terhadap pasangan dan anak-anaknya. Begitu juga dalam lingkungan masyarakat dan pekerjaan, bagi yang yang diberikan kepercayaan sebagai pemimpin maka secara otomatis tanggungjawab pun akan bertambah karena selain memimpin diri sendiri juga ada tanggungjawab untuk membina dan mengarahkan orang yang dipimpin atau bawahannya.

Kemarin di tempat saya bekerja diadakan semacam “refreshment” atau penyegaran kembali tentang tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin untuk level setingkat supervisor dan asisten manajer. Dalam materi kepemimpinan yang diberikan pada acara tersebut adalah dijelaskan mengenai apa saja tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin secara umum serta fungsi dan tanggungjawabnya di tempat kerja.

Tetapi secara umum, fungsi dan tanggungjawab seorang pemimpin dapat dibagi dalam 3 fungsi utama yaitu :

1. Fungsi sebagai penanggungjawab operasional, berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab utama di satuan kerja terkait yang berhubungan dengan bidang kerja masing-masing.

2. Fungsi sebagai penanggungjawab sumber daya manusia, berkaitan dengan fungsi pengembangan serta pembinaan terhadap orang-orang yang dipimpin atau bawahan.

3. Fungsi sebagai penanggungjawab resiko (keselamatan kerja), berkaitan dengan tugas sebagai penanggungjawab atas keselamatan serta penegakan aturan-aturan K3 dibidang kerja masing-masing.

Jadi tugas seorang pemimpin itu bukan hanya mengurusi masalah operasional pekerjaannya saja tetapi juga harus memperhatikan 2 tugas lainnya. Walaupun operasional lancar dan mencapai target, tetapi pengembangan serta pembinaan bawahan tidak berjalan, maka peran pemimpin juga belum maksimal. Apalagi kalau dalam bekerja mengabaikan norma dan keselamatan K3, maka itu sudah melanggar aturan.

Jangan sampai kita jadi pemimpin hanya bisa marah-marah dan main bentak sana sini dengan memanfaatkan kekuasan serta kewenangan yang ada pada kita. Dalam marah pun kita harus bijak, jangan asal marah dan mengumbar emosi saja.

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ketika jam istirahat seorang supervisor datang ke kantin dan memesan segelas kopi, setelah menunggu cukup lama akhirnya kopi pesanannya datang. Supervisor yang terkenal gampang emosi ini langsung marah-marah kepada pemilik kantin.

“Eh … pak !!! kok saya dikasih kopi dingin sih …?” bentak supervisor tersebut

Pemilik kantin dengan santai menanggapi “ah … kalau saya kasih kopi panas pun bapak pasti menunggu dingin untuk meminumnya, mendingan saya kasih yang dingin jadi bapak tidak perlu menunggu lagi …!?”

Salam Masterpiece

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *