Membaca Atau Menulis, Mana Yang Lebih Utama?

dennicandra.comAda sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa kemampuan seseorang dalam menulis sangat terkait dengan kemampuannya dalam membaca. Semakin banyak seseorang membaca, maka akan semakin bagus mutu tulisannya, begitu juga sebaliknya. Jadi tidak salah kalau ada yang mengatakan bahwa penulis yang baik ada pembaca yang rakus. Kalau diibaratkan dengan mengendarai motor, maka membaca adalah bahan bakarnya dan menulis adalah kendaraannya. Kalau ibarat pasangan sejati, maka hubungan antara membaca dan menulis adalah bagaikan kisah cinta Romeo-Juliet.

Kepala seorang penulis itu bisa diibaratkan sebagai bak penampungan air yang memiliki dua buah saluran. Satu saluran berfungsi untuk mengisi air ke dalam bak penampungan tersebut, ini adalah kegiatan yang dilakukan ketika membaca. Sedangkan saluran yang lainnya berfungsi untuk menyalurkan air ke luar bak, ini yang dilakukan ketika menulis. Antara kedua saluran tersebut harus seimbang keluar dan masuknya. Kalau terlalu banyak air yang keluar tidak diiringi dengan jumlah air yang masuk, maka ada kemungkinan bak tersebut menjadi kering. Kalau sudah kering, apalagi yang bisa disalurkan ke luar?

Kegiatan menulis memang sejatinya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan membaca. Ibarat sepasang kekasih, kedua kegiatan tersebut harus selalu seiring sejalan serta bergandengan tangan. Karena dalam praktiknya, seorang penulis melakukan kegiatan membaca dalam menulis dan kegiatan menulis dalam membaca. Membaca dan menulis saling bergantian mendominasi dan berbagi porsi tanpa saling mengalahkan satu dengan yang lainnya. Ketika membaca, penulis diibaratkan sedang mengumpulkan beragam bumbu dan bahan-bahan masakan. Hasil bacaan tersebutlah yang nantinya akan diracik serta diramu menjadi berbagai macam menu yang akan disajikan dalam bentuk tulisan kepada pembaca.

Dalam setiap kesempatan menulis, entah itu menulis pesan singkat, membalas surel, menulis laporan atau hanya sekedar update status di media sosial, itu semua tidak bisa terlepas dari kegiatan membaca. Mulai dari mencari referensi, mengecek kebenaran data atau hanya sekedar memastikan keabsahan nama dan alamat yang dituju. Begitu juga ketika membaca, ketika ada sebuah kutipan yang inspiratif atau bertemu dengan diksi/istilah baru, biasakan mencatat atau menuliskannya dalam sebuah catatan.

Dalam sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Laksamana Muda (Purn) DR. Wahyono Phd, seorang pensiunan perwira tinggi angkatan laut. Beliau mengatakan, "Untuk menulis itu tidak tergantung apakah orang tersebut bekerja di lapangan atau orang kantoran. Tetapi akan sangat bergantung pada apakah kepala seseorang itu ada isinya atau tidak. Kalau kepalanya tidak ada isinya, maka terang saja tidak akan bisa menulis. Supaya kepala itu ada isinya, maka salah satu caranya adalah dengan rajin membaca."

Tidak salah juga kalau ada yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia dan membaca adalah anak kuncinya. Karena dengan rajin membaca, sedikit banyaknya wawasan serta pengetahuan seseorang akan berkembang dan menjadi luas. Seiring dengan itu maka kegiatan menulis adalah menuangkan gagasan serta pengetahuan yang telah didapat dari membaca tersebut ke dalam bentuk sebuah tulisan.

Seseorang tidak akan bisa memberikan sesuatu yang tidak dimilikinya kepada orang lain. Begitu juga dengan penulis, ia tidak akan dapat menyajikan tulisan yang berbobot serta bermutu kehadapan pembacanya kalau penulis itu sendiri miskin insprirasi dan kekurangan wawasan. Jadi jelas sekarang bahwa membaca dan menulis harus dilakukan secara beriringan. Membaca adalah sebuah proses awal yang tidak bisa ditinggalkan ketika seseorang berniat akan menjadi penulis.

Dengan membaca, seorang penulis laksana sedang menyiapkan amunisi sebagai bekal dalam menghadapi pertempuran. Ketika bekal amunis sudah lengkap dan banyak, maka seorang penulis tidak akan kesulitan dalam mengeksekusi ide untuk menjadi sebuah tulisan. Ketika membaca seorang penulis berarti sedang meninggalkan dunianya sendiri yang begitu sempit. Kemudian bersiap untuk masuk dan menjelajahi dunia lainnya yang begitu luas dan penuh inspirasi.

Mulai dari sekarang mari membiasakan diri untuk mengisi kepala dengan membaca dan menuangkannya untuk menjadi inspirasi bagi orang lain melalui sebuah tulisan.

Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter