Menulis Adalah Belajar Tentang Kesetiaan

dennicandra.com, Ketika Anda sudah berniat untuk menulis dan memulai merangkai kata, maka usahakanlah untuk menyelesaikannya! Karena itu adalah ujian bagi kesetiaan Anda terhadap sebuah ide atau gagasan yang Anda miliki. Kalau terhadap ide atau gagasan sendiri saja Anda tidak bisa menunjukkan keseriusan dan kesetiaan, maka untuk hal yang lain kesetiaan Anda patut dipertanyakan. Ini adalah nasihat dan renungan yang mesti menjadi pegangan utama bagi Anda yang sudah terlanjur ingin menjadi penulis.

Tugas utama dan kewajiban terpenting bagi seorang penulis adalah menyelesaikan tulisan yang telah Anda mulai. Apa pun yang telah Anda rencanakan hendaknya sungguh-sungguh Anda selesaikan, sebab ini merupakan sebuah pertaruhan untuk diri Anda sendiri. Harus diakui bahwa sebagai penulis terkadang begitu mudah untuk tergoda beralih ke gagasan yang lain ketika gagasan yang pertama belum tuntas. Anda sangat mudah terkesima dengan ribuan ide yang terkadang datang tanpa permisi.

Pada saat ide pertama datang, Anda membayangkan keseruan cerita yang didukung dengan ide-ide brilian. Anda begitu bersemangat untuk memulainya sambil tersenyum puas membayangkan ide tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah tulisan yang menarik dan disukai pembaca. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, ketika gagasan pertama tadi baru setengah jalan Anda tergoda lagi dengan sebuah ide yang datang menyelonong dalam pikiran. Hal tersebut terjadi secara berulang dan Anda selalu tergoda untuk mengeksekusinya tanpa rasa bersalah terhadap gagasan sebelumnya yang masih terbengkalai.

Hal tersebut pada akhirnya hanya akan menjadi tumpukan-tumpukan gagasan tanpa penyelesaian. Semua ibarat tanaman yang langsung layu tanpa sempat mekar dan berkembang dengan indah. Ide serta gagasan yang begitu banyak tidak akan bisa membawa perubahan atau memberikan hasil apa pun, selama Anda selalu tergoda dan tidak bisa menjaga kesetiaan terhadap satu gagasan sampai selesai.

Ketika Anda tidak mampu setia dan bertanggung jawab terhadap ide dan mimpi Anda, ini ibarat membangun monster Frankenstein. Anda sudah menyiapkan segalanya, mulai dari membongkar kuburan, mencuri otak dan mempreteli tubuh. Namun semuanya buyar karena Anda menyerah dan berhenti sebelum Anda membiarkan petir menghidupkannya.

Penulis sejati adalah mereka yang mampu menyelesaikan apa yang telah mereka mulai. Hal tersebut yang membedakan orang-orang berbakat, pribadi-pribadi kreatif, mereka yang dikaruniai mimpi-mimpi indah serta orang-orang yang merasa memiliki segudang ide brilian dengan penulis sejati. Penulis tidak hanya berhenti pada satu titik yang disebut dengan ide atau gagasan. Itu hanyalah sebuah permulaan, bukan garis akhir. Dibutuhkan konsistensi serta kesetiaan yang besar untuk menyelesaikannya.

Sekali lagi, dalam menulis tantangan yang paling nyata dan besar adalah kesetiaan. Seberapa besar seorang penulis sanggup dan bersedia setia pada dirinya sendiri?

Pemenang sejati bukanlah mereka yang sanggup mengalah orang lain, melainkan mereka yang mampu mengalahkan ego yang ada pada diri sendiri. Termasuk ego untuk berpindah dan tergoda dengan gagasan lain yang dirasa lebih menarik ketika gagasan yang pertama belum selesai dieksekusi. Seperti halnya yang sering terjadi dalam sebuah film kung fu, di mana situasi paling dienggani oleh para jagoannya adalah ketika dihadapkan pada realita untuk melawan diri sendiri.

Dengan kata lain, ketika menulis, yang Anda hadapi adalah diri Anda sendiri. Anda diharuskan untuk mengalahkan diri Anda, yang selalu tergoda untuk lari dari pertarungan yang sedang dihadapi. Pada saat seperti inilah kesetiaan yang Anda miliki mendapatkan ujiannya. Apakah Anda berhasil melewatinya atau malah tergoda untuk berpindah ke lain hati?

Pilihannya adalah untuk tetap setia pada sebuah ide sampai menjadi tulisan yang siap dihidangkan ke hadapan pembaca, atau beralih pada ide lain tanpa ada satupun yang terselesaikan. Semua itu pilihannya ada di tangan Anda, maka bijaklah untuk memilihnya. Ketika Anda sudah memutuskan dan menjatuhkan pilihan, kesetiaan Andalah yang menjadi pertaruhannya.

Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter