Menulis Agar Tetap Waras


dennicandra.com, Kalau kamu mempunyai hobi dan sudah terbiasa menulis, maka kamu wajib bersyukur karena selain membuatmu menjadi lebih kreatif dan pengingat, ternyata menulis juga bisa membuatmu lebih sehat. Menulis bisa dijadikan sebagai salah satu terapi mental. Ketika kamu didera berbagai permasalahan, pikiran kalut dan kepala terasa berat maka menulis bisa kamu jadikan sebagai salah satu cara untuk membuat pikiranmu kembali ringan dan terbuka.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan, terungkap sebuah fakta bahwa 75% dari permasalahan kesehatan yang dialami manusia diakibatkan oleh masalah mental dan emosi yang semuanya bermuara pada pikiran manusia itu sendiri. Sebagai contoh, penyakit kanker yang terkenal sangat mematikan itu disebabkan sebagian besar oleh perasaan benci atau dendam yang mendalam. Kemarahan selama 5 menit akan menyebabkan menurunnya fungsi kekebalan tubuh selama 6 jam. Jika kita mudah tersinggung dan gampang tersulut emosi maka akan menyebabkan gangguan susah tidur (insomnia) dan masih banyak lagi permasalahan lainnya kalau kita uraikan secara detail satu persatu.

Namun sayangnya, pengobatan dunia kedokteran saat ini sulit untuk menyembuhkan penyakit yang bersumber karena pikiran tersebut. Walau pun kamu mendapatkan resep obat yang paling paten sekali pun, kalau masalah emosi serta mental ini belum diselesaikan maka sulit mendapatkan kesembuhan yang diinginkan.

Kamu tahu alasan kenapa Presiden BJ Habibie sampai memutuskan untuk menulis buku “Habibie & Ainun”, yang sampai saat ini termasuk salah satu buku best seller dan yang kemudian difilmkan dengan judul yang sama dan membuahkan lebih dari 3 juta penonton hanya dalam tiga minggu.

Habibie menceritakan alasan tersebut secara detail dalam wawancara bersama majalah TEMPO pada awal tahun 2013. Kematian Ainun membuat Habibie syok dan depresi serta nyaris gila.

Bahkan pernah beberapa waktu setelah kematian Ainun, Habibie terbangun di malam hari dan berjalan keliling kediamannya sambil menangis dan mencari-cari Ainun. hal tersebut membuat orang-orang sekitarnya serta keluarga dekat menjadi khawatir. Setelah berkonsultasi dengan dokter keluarga yang selama ini memantau kesehatannya, disimpulkan bahwa Habibie mengalami “psikosomatis malignant” yaitu trauma kehilangan yang sangat mendalam karena hubungan yang sangat dekat selama ini.

Akhirnya untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dokter memberikan empat saran kepada Habibie guna mengurangi efek kehilangan itu. Pertama, Habibie harus dirawat di rumah sakit jiwa secara intensif dan mendapat pemantauan secara periodik dari dokter. Kedua, bisa saja dirawat di rumah tetapi harus ada tim dokter serta psikiater dari Indonesia dan Jerman yang menanganinya. Ketiga, bercerita dan curhat kepada orang terdekat atau keluarga untuk meringankan beban pikiran. Keempat, menuliskan pengalaman serta beban pikirannya tersebut.

Seperti yang kita ketahui bersama, Presiden BJ Habibie memilih opsi keempat yaitu dengan menulis. Pilihan tersebut tidak salah, dengan menulis Habibie dapat menenangkan dirinya dan buku “Habibie & Ainun” pun laris manis di pasaran. Bahkan buku tersebut telah dicetak dalam berbagai bahasa selain Bahasa Indonesia, diantaranya bahasa Inggris, Arab dan Jerman.

Bagi kamu yang saat ini lagi mengalami kelelahan jiwa dan hati, maka tidak ada salahnya mencoba untuk menguraikan rasa lelah tersebut ke dalam rangkaian aksara. Setiap ada permasalahan serta beban hidup yang mengetuk, maka tidak ada salahnya kamu coba untuk menuliskannya seta mencari solusinya dengan jalinan kata-kata.

Ketika kamu menuliskan permasalahan yang kamu hadapi, maka imajinasimu akan hadir serta menyambung-nyambungkan berbagai hal yang sedang berkeliaran. Saat itulah pikiranmu menjadi terbuka dan menghadirkan berbagai kemungkinan solusi. Atau sekiranya dalam menulis tersebut kamu tidak bisa menemukan sebuah solusi, paling tidak dengan menulis tersebut kamu sudah berhasil memindahkan beban yang ada di pikiranmu ke atas kertas. Sehingga beban tersebut tidak menumpuk dan menjadi penyakit mental yang bisa menggerus kewarasanmu.

Mana tahu nantinya tulisan kamu tersebut bisa dibukukan dan menjadi laris manis seperti yang dialami Presiden Habibie. Kita tidak bisa mengetahui setiap kemungkinan yang akan terjadi.

Jadi mari menulis agar pikiran tetap waras …!!!

Mau interaksi lebih lanjut …??? Follow saya di twitter : @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *