Pengaruh Media Terhadap Budaya & Perilaku

denni-candra.com, Seiring pesatnya perkembangan teknologi maka tidak dapat kita pungkiri bahwa hal tersebut membawa dampak pada cepatnya penyebaran informasi. Berbagai kejadian yang terjadi di belahan dunia lain bisa dengan cepatnya tersebar ke seluruh dunia, bahkan hanya dalam hitungan detik. Namun dibalik itu semua ada semacam keprihatinan karena melihat trend yang terjadi belakangan ini justru hal yang berbau negatif dan penuh kekerasan yang sering menjadi trending topic. Seperti kasus korupsi para anggota dewan dan pejabat pemerintahan, penganiayaan dan pembunuhan anak di bawah umur, tindakan kriminal pencurian yang disertai kekerasan serta berbagai kasus lainnya.

Berkaitan dengan arus informasi di atas, semua informasi negatif dan berbau kekerasan tersebut justru akan memicu berbagai kejadian-kejadian berikutnya. Berapa banyak pelaku kejahatan yang mengaku bahwa semua tindakan mereka tersebut terinspirasi dari berbagai kejadian-kejadian yang mereka tonton atau baca melalui berbagai media. Semua informasi dan pengetahuan tersebut mereka simpan dan endapkan dalam memori pikirannya dan ketika ada kesempatan baru mereka coba untuk mempraktekkannya.

Menurut pemikiran saya sebagai orang awam, banyaknya aliran informasi dari berbagai media tersebut secara tidak langsung ikut mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Dan yang paling parah dampaknya adalah terhadap perkembangan anak-anak dan generasi muda, karena sesuai usia dan perkembangannya yang penuh dengan rasa penasaran dan keingintahuan. Semua informasi mereka terima mentah-mentah tanpa ada saringan yang dapat membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehidupan masyarakat saat ini tidak bisa lepas dari arus informasi, walau pun pada kenyataannya banyak pemberitaan yang kurang akurat dan terjebak pada paradigma “bad news is good news”. Dan oleh sebagian besar masyarakat yang kurang kritis dalam menanggapi setiap pemberitaan, entah itu karena kurangnya tingkat pendidikan atau malas untuk menelusuri kebenaran informasi maka hal tersebut diterima secara bulat. Kemudian tanpa disadari dari informasinya yang diterima tersebut terjadi proses peniruan, baik itu informasi dari media cetak maupun media elektronik serta media sosial lainnya.

Rasanya tidak salah juga kalau Presiden Joko Widodo pernah mengingatkan agar para insan pers dan media massa untuk ikut bertanggungjawab dalam menyajikan informasi serta berita ke tengah-tengah masyarakat. Diharapkan media massa menyajikan beritan yang berimbang, beretika, membangun optimisme dan etos kerja serta mendorong meningkatnya produktivitas kerja. Media massa mempunyai peran yang cukup penting dan strategis dalam membangun sebuah budaya yang optimis, kreatif dan produktif di tengah-tengah masyarakat.


Media Massa Sebagai Tumpuan Harapan

Kalau pada zaman dahulunya penanaman nilai-nilai dilakukan melalui informasi dari mulut ke mulut, prasasti dan situs bersejarah, maka saat sekarang ini justru media massa yang memegang peranan penting dalam melakukan hal-hal tersebut. Kalau media massa yang diharapkan untuk melakukan itu tidak bisa memenuhi harapan masyarakat, tentu masyarakat akan mencari pemenuhan kebutuhan tersebut dengan caranya tersendiri. Terlepas dari berbagai konsekuensi positif mau pun negatifnya.

Kembali kepada masalah keprihatinan mengenai dampak dari arus informasi yang diuraikan di awal tulisan ini, menurut psikolog dan praktisi dunia informasi Dibyo Soemantri Priambodo, ada tiga hal dasar yang patut kita cermati bersama.

Pertama, pembangunan nilai budaya dan peradaban luhur sepatutnya berbasis hakikat kemanusiaan bukan institusional heavy dan semuanya ditujukan untuk kemaslahatan bersama. Manusia diharapkan mampu membangun moralitas yang kokoh, mendewasakan kepribadian dan kebanggaan terhadap nilai luhur budaya bangsa. Sehingga tidak ikut latah dalam menyikapi berbagai informasi yang membanjiri kehidupan ini.

Kedua, pemimpin tidak perlu lagi beretorika dengan janji-janji namun miskin dengan keteladanan. Sebaiknya selain manis dengan ucapan di bibir juga harus kaya dengan contoh dan keteladan yang baik dalam pelaksanaannya.

Ketiga, media massa memegang peranan penting sebagai tumpuan harapan untuk ikut membangun bangsa dan negara. Selain itu juga bertanggungjawab atas kemaslahatan dalam masyarakat dengan tidak semata-mata menerapkan asas “bad news is good news”. Setiap informasi dan pemberitaan yang disampaikan harus memperhatikan dampak moral bagi perkembangan khususnya anak dan generasi muda, menggugah semangat kebangsaan, kompetitif dan berbudaya. Semoga ...!!!

Tulisan ini pernah dimuat di harian Rakyat Pos edisi Senin, 25 September 2017 dengan judul "Pengaruh Media Terhadap Budaya & Perilaku"

  Dapatkan buku terbaru saya yang berjudul "Yakin Gak mau Nulis? ; Hidup Sekali Gak Nulis Rugi"

Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter