Pilihan Sebagai Orangtua 2


dennicandra.com, Berdasarkan data penelitian yang dilakukan oleh para psikolog anak, didapatkan kesimpulan bahwa lebih dari 90% permasalahan anak disebabkan oleh kesalahan atau ketidaktahuan para orangtua dalam hal berkomunikasi dan menyampaikan nilai-nilai yang baik kepada sang anak. Kebanyakan dari orang tua memperlakukan anak sebagai objek yang harus selalu menuruti dan mematuhi segala perintah serta setiap instruksi yang diberikan oleh orangtuanya. Sebagai orangtua kita harus menyadari bahwa anak-anak kita juga merupakan seorang individu yang juga memiliki perasaan, pikiran, keinginan serta tindakan yang khas, bahkan untuk sesama saudara kandung yang sudah jelas satu ibu dan satu bapak memiliki perilaku yang berbeda satu sama lainnya.

Saat ini mau tidak mau, suka tidak suka setiap orangtua harus banyak belajar dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan dalam hal pengasuhan anak. Berani mengambil resiko menikah maka harus berani untuk memiliki anak dan berani memiliki anak maka harus siap menerima tanggungjawab untuk mendidik, mengasuh dan memelihara mereka serta mengantarkan mereka menuju kemandirian.

Dalam buku “HypnoCreativa” yang ditulis oleh Aris Ahmad Jaya dan Bunda Ucu, disebutkan bahwa sebagai orangtua kita memiliki tiga pilihan untuk buah hati kita. Pilihan pertama adalah hidup sebagai orangtua nyasar, pilihan kedua adalah hidup sebagai orangtua bayar dan pilihan ketiga adalah hidup sebagai orangtua sadar.

Orangtua NYASAR, yaitu orangtua yang mendapatkan sebutan sebagai ayah ataupun ibu hanya dikarenakan pernah menikah dan mempunyai keturunan, tanpa ada persiapan ilmu bahkan tanpa mau belajar setelahnya. Orangtua seperti ini hanya bermodalkankan nekad untuk menjadi orangtua, mereka hanya menjalankan kehidupan sehari-hari hanya berdasarkan pengalaman masa lalu dan mengulanginya tanpa ada perubahan dan kemajuan. Dalam pikiran mereka apapun yang dilakukan anak adalah masalah, tangisan anak membuat mereka tambah resah, rengekan anak menambah gundah dan kenakalan anak adalah sebuah musibah.

Orangtua BAYAR, yaitu orangtua yang menggantungkan sepenuhnya pendidikan dan pengembangan potensi anak mereka kepada orang lain atau pihak ketiga. Mereka beranggapan sudah cukup dengan mengirim anak masuk sekolah favorit, mengikuti kursus yang mahal, mengandalkan guru privat dan berbagai macam les serta kursus tanpa merasa perlu terlibat secara langsung dalam perkembangan anaknya. Pokoknya mereka beranggapan bahwa dengan uang semuanya bisa dilakukan. Mereka akan protes pada sekolah kalau nilai anaknya jeblok, marah pada guru agama ketika akhlak anaknya jelek serta menyalahkan guru serta lembaga kursus ketika anaknya tidak lulus ujian. Sebenarnya orangtua bayar  ini tidak jauh beda dengan orangtua nyasar, kebetulan saja mereka memiliki kekuatan finansial yang memadai.

Orangtua SADAR, yaitu  orangtua yang benar-benar tahu dan sadar bahwa anak adalah titipan Tuhan dan mereka adalah sebagai pengemban tugas mulia tersebut untuk mendidik dan menanmkan nilai-nilai dasar yang baik pada buah hatinya. Mereka menyadari bahwa mereka yang membentuk karakter dan pola tingkah laku anaknya, sedangkan pihak lain hanya berperan sebagai pendukung kemajuan sang anak. Orangtua sadar senantiasa terus belajar dan senantiasa selangkah lebih maju dari permasalahan anaknya. Bagi mereka guru adalah sebagai partner, sekolah dan tempat kursus adalah mitra dan bukan segalanya.

Silahkan Anda memilih mau menjadi orangtua yang mana … !!!

Salam ExcellenceParenting

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 thoughts on “Pilihan Sebagai Orangtua