Rahasia #5 : Melepaskan Ilusi


MasterpieceMotivator

dennicandra.com, Pada bahasan tentang gaya Mushasi bertanding, sang legenda berusaha untuk membebaskan diri sepenuhnya dari berbagai sikap atau pandangan yang umum berkembang dalam masyarakat Jepang saat itu terkait dengan seni beladiri dan praktiknya. Mushasi jelas sekali mengabaikan ketergantungan pada bentuk atau gaya yang sudah ada dalam seni berperang.

Ia pun menegaskan bahwa sikap atau pandangan lama tersebut sama saja dengan memfokuskan perhatian terhadap bagaimana merawat sebuah pohon, namun justru mengabaikan buah dari pohon itu sendiri. Pernyataan ini dengan sendirinya memperkuat klaim yang sebelumnya sudah ditegaskan oleh Mushasi bahwa ia berbeda dengan para samurai muda yang lain, tidak memiliki guru dan tidak mengikuti aliran atau gaya bertanding yang sudah berkembang.

Sebagian besar guru samurai pada saat itu, terutama para pendeta Buddha yang mengklaim bahwa gaya berperang mereka merupakan pemberian para dewa, menuduh Mushasi sebagai samurai gadungan. Kendati demikian, Mushasi terus saja menegaskan bahwa bentuk tradisional dalam seni bela diri samurai yang sudah diajarkan selama berabad-abad justru menjadi penghalang yang mencegah para seniman bela diri dalam melihat kenyataan yang ada di balik pertarungan yang mereka jalani – terutama ketika terlibat duel yang mematikan.

Karena pola pikirnya terhadap keahlian bela diri dengan berbagai metode yang sama sekali di luar kebiasaan umum, Mushasi pun tidak pernah berusaha menjelaskan pola pikir dan metode tersebut hingga menjelang kematiannya. Mushasi menyampaikan sebuah metode pembelajaran dengan cara mendemonstrasikan teknik bertarung yang ia miliki dalam beberapa sesi latihan dan pertunjukan, dimana ia membiarkan semua musuh, murid, dan para penonton untuk belajar dengan mengamatinya beraksi.

Ada banyak kisah bahwa sepanjang masa mudanya, Mushasi hanyalah seorang penipu, dan serangkaian kemenangannya pada masa itu adalah keberuntungan semata. Pada beberapa kesempatan, Mushasi diundang oleh para daimyo dan pegawai pemerintahan shogunate untuk melawan mereka atau salah satu dari pemenang duel, dengan mempercayai bahwa ia akan terekspos sebagai pecundang.

Dalam berbagai duel, peperangan dan pertarungan selama lebih dari lima puluh tahun, yang dimulai sejak menginjak usia tiga belas tahun, Mushasi tidak pernah mengalami kekalahan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa satu-satunya pengalaman yang secara fisik paling membahayakan dirinya dalam sebuah pertarungan adalah sebuah peristiwa di mana pedang lawan sanggup membuat sebuah sobekan kecil pada pakaian yang ia kenakan.

Pesan yang selalu diajarkan Mushasi, lagi dan lagi, dan dalam berbagai kesempatan, adalah bahwa kesuksesan sejati, baik dalam pertarungan maupun dalam berbagai usaha lain, terletak pada kemampuan kita untuk tidak dibutakan oleh ilusi. Caranya, dengan memahami esensi diri sejati, lawan atau pesaing, tugas yang sedang dihadapi, serta keadaan lingkungan fisik di sekitar. Tentu saja tidak ada saran yang lebih baik dibandingkan saran ini.

Terlepas dari klaim bahwa ia tidak pernah mempelajari kitab suci agama Buddha maupun ajaran lain yang berkembang pada masa itu, Mushasi memiliki pandangan hidup yang murni Zen, yang mengajarkan untuk mengenali kenyataan dan berdamai dengannya dalam sudut pandang yang objektif – tanpa emosi yang cenderung membuat hidup begitu banyak kalangan bagaikan ujian berat.

Silahkan lanjut dan baca Rahasia #6 : Integritas Mutlak … :)

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni

(sumber bacaan : Boye de Mente. 2009. 42 Rahasia Hidup ala Samurai, Jogjakarta: Penerbit THINK)


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *