Rahasia #6 : Integritas Mutlak


MasterpieceMotivator

dennicandra.com, Dalam bukunya, Bushido : The Soul of Japan, Inazo Nitobe menuliskan bahwa pondasi dari kode etik kaum samurai adalah keadilan. Bahwa tidak ada hal yang lebih menjijikkan bagi seorang samurai, selain kelicikan, kezhaliman, serta ketidakadilan. Ia menambahkan bahwa konsep keadilan merupakan sumber kekuatan dalam memutuskan sebuah tindakan yang sejajar dengan akal sehat dan tanpa keraguan, atau dalam bahasa kaum samurai, “menyerang pada saat yang tepat untuk menyerang dan mati pada saat yang tepat untuk mati”.

Tingkat integritas yang dicapai masyarakat Jepang di masa pemerintahan shogunate sama sekali tidak ada bandingannya dalam sejarah mereka. Kode etik samurai yang ditetapkan oleh para shogun dan daimyo sangatlah jelas dan tegas. Anda harus mengikuti standar etika tersebut, atau Anda akan dihukum dan umumnya dalam bentuk hukuman mati.

Sebagian besar moralitas yang ditegakkan pada masa pemerintahan shogunate di Jepang berhubungan erat dengan perilaku masyarakat, dan karenanya moralitas mereka pun menjadi sangat mudah dikendalikan. Moralitas yang mereka kembangkan sama sekali tidak berdasarkan pada ajaran agama, melainkan bersandar pada prinsip sekuler yang ketat dan disusun sedemikian rupa untuk menciptakan harmoni kehidupan masyarakat di sana. Moralitas sekuler tersebut yang saat ini lebih dikenal dengan istilah Japanese etiquette dibangun oleh hukum, adat kebiasaan, serta rasa malu akut yang mereka rasakan ketika gagal memenuhi standar sosial tersebut.

Pada beberapa tingkatan tertentu, moralitas tradisional masyarakat Jepang telah mengalami penurunan signifikan sejak demokrasi serta individualisme dikenalkan ke negara tersebut seiring dengan kekalahan mereka dalam Perang Dunia II. Kendati demikian, berdasarkan standar internasional, orang-orang Jepang secara keseluruhan barangkali masih bisa disebut sebagai masyarakat yang paling menjunjung tinggi nilai-nilai moral bila dibandingkan dengan penduduk negara lain di seluruh dunia.

Bagaimana standar moral atau integritas ketat yang ditegakkan masyarakat Jepang bisa mendatangkan kesuksesan bagi mereka? Pada masa Mushashi, kepatuhan terhadap standar moral dan sosial merupakan satu-satunya panduan yang tepat dalam bertindak. Tanpa adanya ambiguitas maupun ketidakpastian terhadap pola perilaku, para petarung bisa memfokuskan perhatian pada tugas di tangan mereka.

Seiring dengan berbagai kepribadian positif dari karakter kaum samurai, seperti kedisiplinan, kejujuran, kesetiaan, kegigihan, dan ketekunan, maka integritas merupakan hal mutlak yang menjadi penting dalam meraih kesuksesan. Meskipun harus tetap memegang teguh standar moral yang berlaku dalam kultur masyarakat.

Silahkan lanjut dan baca Rahasia #7 : Melatih Pikiran … :)

Mau provokasi lebih lanjut ? Follow saya di twitter : @CandraDenni

(sumber bacaan : Boye de Mente. 2009. 42 Rahasia Hidup ala Samurai, Jogjakarta: Penerbit THINK)


About Denni Candra

Denni Candra adalah seorang konsultan dan penulis yang rutin menulis di beberapa media diantaranya Harian BERNAS Jogjakarta dan beberapa media lokal di Bangka serta menjadi kontributor artikel di www.level-up.id dan www.inspirasi.co. Selain itu juga fokus menjadi seorang ghost & co-writer buat siapa saja yang ingin dibantu menulis dan menyelesaikan bukunya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *