Surat Untuk Anakku

Qinara sayang …

Hari ini genap 40 hari adek pergi. Papa rangkai aksara ini sembari menahan kerinduan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya Allah yang tahu betapa besarnya rasa rindu ini. Baru kemarin rasanya rindu yang sama kami rasakan saat menanti kehadiranmu. Kerinduan yang juga teramat besar dan belum hilang rasanya sampai saat ini.

Setelah menanti selama lebih kurang 7 tahun, engkau hadir sebagai jawaban dari doa-doa yang senantiasa papa, bunda dan kakakmu ucapkan dalam setiap helaan napas. Saat pertama engkau hadir, kami sambut dengan penuh cinta. Kehadiranmu melengkapi kebahagiaan yang telah ada selama ini.

Ditengah-tengah kebahagiaan yang membuncah, kami harus menerima kenyataan bahwa engkau anak yang spesial. Allah memilih papa dan bunda untuk membimbing, merawat serta menjagamu dengan segala kelebihan dan kekurangan yang engkau miliki. 

Bercampur aduk perasaan kami saat itu. Ada kebahagaiaan yang disertai kesedihan membayangkan hari-hari yang akan dilewati. Namun papa dan bunda berusaha untuk tegar dan berserah diri kepadaNya. Dalam waktu panjang di malam-malam yang sepi, dengan linangan air mata, kami mengadu dan berserah diri di hadapan Allah.

Syukurlah, penyerahan diri kepadaNya mencerahkan kami. Kami yakin Allah punya rencana yang indah dengan mengirimkanmu. Satu-satunya yang kami lakukan selanjutnya adalah berikhtiar dan memohon ridhoNya untuk memberikan yang terbaik bagimu.

Qinara sayang …

Ternyata kesempatan bersamamu hanya diberikan Allah selama 13 bulan 4 hari. Engkau dipanggil kembali ke pangkuanNya pada tanggal 15 Desember 2018 jam 15.30 wib. Tak dapat digambarkan kesedihan kami kehilanganmu secara tiba-tiba …

Baru beberapa menit yang lalu engkau masih bermain dan bercanda. Masih terbayang senyummu yang mengembang ketika minta digendong. Engkau tertawa dan menggeliat manja dalam pelukan papa. Rasanya tidak percaya ketika dokter mengatakan bahwa engkau telah pergi untuk selamanya.

Kami peluk dan cium jasadmu, sambil terus mengucapkan kata maaf, karena kami merasa belum memberikan semua yang terbaik untukmu …

Qinara sayang …

Kami sadar bahwa engkau bukanlah milik kami sepenuhnya, melainkan milik Allah yang hanya dititipkan sementara kepada papa dan bunda. Dan kami yakin bahwa apa yang telah digariskan oleh Allah adalah yang terbaik menurutNya.

Insya Allah, papa dan bunda berusaha untuk ikhlas melepasmu kembali ke pangkuanNya. Allah terlalu sayang kepadamu, Dia tidak ingin engkau merasakan sakit terlalu lama, sehingga Allah memanggilmu kembali dalam dekapan kasihNya. Sekarang adek sudah tenang di sisiNya, tersenyum ceria bermain di taman surga.

Qinara sayang …

Walau pun dalam waktu yang singkat, namun keberadaanmu adalah masa-masa terindah dan paling kami banggakan di depan siapapun. Engkau telah mengajarkan banyak hal agar kami menjadi lebih baik di mata Allah. Kehadiranmu membuat kami lebih sabar, lebih kuat, lebih bersyukur dan belajar untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sebagai anugerah dari Allah.

Qinara sayang …

Allah memang punya rencana yang indah ketika menitipkanmu kepada kami. Dan setelah 13 bulan 4 hari engkau menikmati indahnya dunia, Allah menjemputmu dan menempatkanmu di surga.

Papa, bunda dan kakak ikhlaskan engkau kembali padaNya, semoga nanti kita bisa berkumpul lagi dengan ceria dan penuh canda di jannahNya ... aamiin


  Dapatkan buku terbaru saya yang berjudul "Yakin Gak mau Nulis? ; Hidup Sekali Gak Nulis Rugi"




Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter