• Home
  • Article
  • Teman Kantor Nyebelin? Langkah Ini Bisa Menyelesaikan Masalah Anda

Teman Kantor Nyebelin? Langkah Ini Bisa Menyelesaikan Masalah Anda

dennicandra.com, Kantor atau tempat kerja bagi sebagian orang sudah seperti rumah kedua. Karena selama delapan jam sehari dan 5-6 hari seminggu kita berada dan berinteraksi di kantor. Itu kalau jam kerja normal, belum lagi kalau ditambah dengan waktu lembur dan hari libur yang mengharuskan kita masuk kerja. Mungkin bisa jadi kita menghabiskan waktu lebih banyak di kantor daripada di rumah.

Sebagai rumah kedua, tentunya kita berharap suasana kantor dapat kondusif dan menyenangkan serta jauh dari berbagai macam permasalahan. Tetapi kadang impian tidak sejalan dengan kenyataan. Ada saja beberapa gelintir orang di kantor yang bisa merusak suasana hati kita dalam bekerja. Memang memiliki rekan kerja atau teman kantor yang menyebalkan dapat merusak hari kita dalam sekejap. Dan kalau dibiarkan juga bisa mengganggu serta berdampak buruk terhadap produktivitas kita dalam bekerja.

Bagaimanapun menyebalkannya orang tersebut, kita tetap akan bekerja dalam satu lingkungan yang sama. Yang kemudian perlu dipikirkan adalah bagaimana cara terbaik menghadapi rekan kerja tersebut. Karena jika dibawa berlarut-larut sampai ke hati bukankah itu melelahkan? Apalagi kalau sampai dendam dan masalah tersebut di selesaikan dengan kekerasan fisik, bisa tambah berabe dan runyam jadinya.

Berikut ada beberapa tips yang bisa kita gunakan untuk menghadapi rekan kerja yang menyebalkan tersebut.

Pertama, Introspeksi Diri

Bisa jadi tanpa kita sadari justru kita terlebih dahulu yang bersikap menyebalkan terhadap teman kerja kita. Karena memang sudah menjadi sifat manusia yang hanya fokus pada kesalahan orang lain, tanpa pernah menyadari kesalahan diri sendiri. Coba kita berkaca dan bertanya pada diri kita sendiri terlebih dahulu, apa sebenarnya yang membuat orang tersebut menjadi begitu menyebalkan?

Kedua, Jaga Jarak Aman

Setelah kita tidak menemukan alasan serta solusi yang tepat dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka sebaiknya kita menjaga jarak dengan orang tersebut. Sebisa mungkin minimalkan interaksi yang terjadi antara kita dengan dia. Karena semakin banyak interaksi yang terjadi maka akan semakin runyam permasalahan yang akan muncul. Walau pun bukan merupakan solusi yang tepat tetapi setidaknya bisa mengurangi dampak buruk yang terjadi.

Ketiga, Jangan Membalas Dengan Perlakuan Yang Sama

Kita tidak akan bisa memadamkan kobaran api dengan menyiramkan bensin. Jangan kita berpikir bahwa membalas dengan perlakuan yang sama akan menyelesaikan masalah. Justru hal tersebut akan semakin menyulut pertikaian bahkan orang tersebut akan merasa lebih “power full” karena bisa menyulut emosi kita. Justru dengan bersikap datar dan seolah-olah tidak terpengaruh, maka lama-kelamaan orang tersebut akan capek dan berhenti dengan sendirinya. Memang pada awalnya akan terasa berat, namun justru dampaknya akan terasa lebih maksimal.

Empat, Coba Untuk Memahami Alasan Tersirat

Bagaimana kita saat ini sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari berbagai kejadian yang membentuk kita di masa lalu. Setiap orang pasti memiliki masa lalu serta pengalamannya tersendiri. Kita tidak mengetahui secara persisi pengalaman atau kejadian masa lalu seperti apa yang telah membentuk pribadi orang tersebut. Sekecil apa pun keanehan yang dilakukannya, pasti ada alasan dan makna tersendiri yang melatar belakanginya. Atau bisa jadi tindakan dia yang menyebalkan tersebut dikarenakan kita belum mengenal dia secara dekat.

Lima, Ajak Diskusi Dan Libat Pihak Ketiga

Jika hal-hal yang telah disebutkan diatas tidak bisa mengurangi atau meminimalisir sikap menyebalkan rekan kerja tersebut, ada baiknya kita mulai melibatkan pihak ketiga untuk membantu mencarikan solusi terbaik. Entah itu dari pihak personalia atau atasan langsung kalau rekan kerja tersebut satu bagian dengan kita. Melalui diskusi bersama serta masukan-masukan positif dari pihak yang netral diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Jika semua hal tersebut telah dilakukan secara maksimal dan hasilnya masih jauh dari harapan yang diinginkan atau bahkan menjadi lebih parah, maka ada baiknya kita mulai mengambil ancang-ancang untuk pindah kerja. Ini bukan kita melarikan diri dari permasalahan, tapi tidak ada gunanya mempertahankan sesuatu yang tidak bisa membuat kita nyaman. Kalau sudah begitu maka produktivitas dan prestasi kerjalah yang menjadi taruhannya.

Comments

  1. No Comments

Add Comment

Testimonial

Dalam buku BREAK THE LIMITS ini, saya paling suka dengan quote mas Denni saat mengatakan bahwa tinda... read more

Windy Rose

Gara-gara membaca bukunya mas Denni yang berjudul "Break The Limits" jadi susah untuk mencari alasan... read more

Dian Suprayogi

Salah seorang penulis bak mutiara terpendam dari Pulau Bangka. Buku "Break The Limits" yang ditulis ... read more

Brili Agung

Facebook

Twitter